Niat Wudhu Lengkap dan Tata Cara: Arab, Latin dan Artinya

Hajijatim.id – Wudhu atau berwudhu adalah suatu ritual bersuci dalam agama Islam yang wajib dilakukan sebelum melaksanakan ibadah sholat. Salah satu hal yang menjadi fokus dalam berwudhu adalah niat wudhu.

Niat dalam berwudhu merupakan suatu keinginan dalam hati untuk membersihkan diri. Bersih dari segala dosa dan kesalahan, serta untuk memperoleh keberkahan dalam ibadah sholat.

Mengapa Harus Membaca Niat Wudhu?

Mengapa Harus Membaca Niat Wudhu

Niat merupakan bentuk kesungguhan dalam melaksanakan ibadah yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Meskipun niat bersifat batiniah, namun keberadaannya sangat penting. Niat yang ikhlas dan jujur akan mempengaruhi kevalidan dari wudhu itu sendiri.

Wudhu dilakukan dengan cara membasuh bagian-bagian tertentu pada tubuh seperti wajah, tangan, lengan, kepala, dan kaki dengan air suci. Namun, selain sebagai persiapan dalam melaksanakan sholat, wudhu juga memiliki makna dan manfaat yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari umat muslim.

Oleh karena itu, sebelum memulai wudhu, seorang muslim harus menyadari dan memperkuat niatnya. Semua dilakukan agar dapat memperoleh manfaat yang maksimal dari ibadah tersebut.

Bacaan Niat Wudhu Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin dan Terjemahannya

Niat wudhu harus dibaca sebelum memulai melakukan wudhu. Niat tersebut harus dibaca dengan sungguh-sungguh dan iklas dalam hati. Pada umumnya, niat wudhu dibaca sekali pada awal ketika hendak memulai berwudhu.

Namun, jika dalam proses berwudhu terdapat gangguan atau terdapat kesalahan yang membuat wudhu tidak sah, maka niat wudhu harus dibaca kembali pada saat memulai wudhu yang baru.

Penting bagi kita untuk memperhatikan tata cara berwudhu dengan benar, termasuk dalam membaca niat wudhu dengan sungguh-sungguh. Hal ini bertujuan agar wudhu yang kita lakukan dapat sah dan diterima oleh Allah SWT.

Adapun bacaan niat sebelum berwudhu adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: “Nawaitul wudhu’a liraf’il hadatsil ashghari fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat berwudhu untuk mengangkat hadas kecil, wajib karena Allah Ta’ala.”

Niat atau bacaan yang dilafadzhkan baik dalam hati maupun secara lisan di atas memang singkat. Akan tetapi, mengandung makna yang sangat dalam sehingga segala yang kita kerjakan pada saat berwudhu akan mendapatkan pahala.

Niat Wudhu dalam Bahasa Indonesia

Kita boleh membaca niat wudhu dalam bahasa Indonesia atau bahasa apapun yang kita pahami karena niat itu sendiri adalah bagian dari hati dan niat kita dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah SWT tidak mengatur tentang bahasa apa yang harus digunakan dalam niat wudhu, shalat, atau ibadah lainnya. Asalkan kita memahami arti dari niat tersebut dan memiliki niat yang tulus untuk beribadah kepada Allah SWT, maka niat kita akan diterima oleh Allah SWT.

Namun, sebaiknya kita juga berusaha untuk mempelajari doa-doa dan niat-niat ibadah dalam bahasa Arab. Tujuannya agar kita dapat memahami makna sebenarnya dan memperkaya pengalaman beribadah kita.

Selain itu, mempelajari bahasa Arab juga dapat membantu kita dalam memahami isi Al-Qur’an dan hadits. Di bawah ini adalah bacaan niat wudhu dalam bahasa Indonesia:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala.”

Cara Membaca Niat Wudhu dengan Baik dan Benar

Sebagai muslim yang baik, ada baiknya kita memperhatikan bagaimana cara membaca niat wudhu. Cara untuk membaca niat sebelum melaksanakan wudhu yang baik dan benar adalah:

1. Mengetahui Makna dan Arti dari Niat Wudhu

Sebelum membaca niat wudhu, sebaiknya kita memahami artinya terlebih dahulu. Hal ini akan membantu kita dalam memahami tujuan dari wudhu sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

2. Membaca dengan Lisan dan Hati yang Ikhlas

Saat membaca niat wudhu, sebaiknya kita membacanya dengan suara yang jelas dan mengucapkannya dengan hati yang ikhlas dan sungguh-sungguh. Tujuannya agar wudhu yang dilakukan dapat diterima oleh Allah SWT.

3. Membaca Niat Sebelum Memulai Wudhu

Niat wudhu harus dibaca sebelum memulai berwudhu. Niat ini merupakan tanda kesungguhan dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah wudhu.

4. Membaca Menggunakan Bahasa yang Dipahami

Sebaiknya membaca niat wudhu dengan menggunakan bahasa yang dipahami, baik itu bahasa Arab, bahasa Indonesia, atau bahasa lainnya.

Pentingnya Melafalkan Niat Wudhu

Niat dalam Islam merupakan dasar dari setiap ibadah, termasuk dalam melaksanakan wudhu. Niat merupakan keyakinan dan kesadaran seseorang dalam melakukan ibadah tersebut semata-mata untuk Allah SWT.

Tanpa adanya niat yang ikhlas, ibadah yang dilakukan menjadi tidak sah dan tidak diterima oleh Allah SWT. Niat dalam berwudhu menjadi salah satu rukun yang wajib ditunaikan.

Seperti yang disebutkan, jika tidak ada niat berwudhu maka wudhu dan sholat menjadi tidak sah. Dengan adanya niat yang ikhlas, setiap gerakan dalam melaksanakan wudhu menjadi ibadah yang diperhitungkan oleh Allah SWT.

Selain itu, niat juga membantu seseorang untuk memfokuskan pikiran dan perhatiannya pada ibadah yang dilakukan. Kualitas ibadah pun akan meningkat.

Dengan memiliki niat yang benar dan kuat, seseorang juga akan lebih mudah menghindari perilaku yang dapat membatalkan wudhu. Contohnya seperti menyentuh yang bukan mahramnya secara langsung atau berbicara dengan hal yang tidak pantas.

6 Rukun Wudhu

Agar wudhu yang dilaksanakan sah, maka umat muslim wajib mengikuti 6 hal yang menjadi rukun wudhu. Adapun rukun wudhu yang di maksud yakni:

  • Niat
  • Mencuci muka, hidung dan mulut
  • Membasuh kedua tangan hingga ke siku
  • Mengusap sebagian rambut atau kepala
  • Mencuci kaki kanan dan kiri hingga menyentuh mata kaki
  • Mengerjakannya sesuai dengan urutan yang benar, tanpa ada jeda

Tata Cara Berwudhu Lengkap (Termasuk Niat)

Setelah mengetahui seperti apa bacaan niat yang harus dilafalkan sebelum berwudhu, ketahui juga seperti apa tata cara berwudhu yang baik dan benar. Berwudhu wajib dilakukan sebagai salah satu syarat sah menjalankan ibadah sholat.

1. Membaca Niat

Langkah pertama dalam tata cara berwudhu adalah membaca niat wudhu. Niat ini pun sebaiknya dilakukan dengan memahami terlebih dahulu makna bacaan yang dilafadzhkan.

2. Membasuh Kedua Telapak Tangan

Mulailah dengan membaca bismillah dan mengucapkan “Ashhadu an laa ilaaha illallaah, wa ashhadu anna Muhammadan rasuulullah” sebanyak tiga kali. Kemudian, basuhlah kedua telapak tangan hingga pergelangan tangan sebanyak tiga kali.

3. Berkumur-kumur

Tata cara selanjutnya adalah berkumur-kumurlah sebanyak tiga kali dengan mengambil air dalam mulut. Bilas mulut hingga bersih.

4. Membasuh Hidung

Setelah berkumur-kumur, gunakanlah air untuk membilas hidung sebanyak tiga kali. Caranya, ambil air dalam tangan lalu hisaplah air ke dalam hidung kemudian keluarkan kembali bersama dengan kotorannya.

5. Membasuh Wajah

Basuhlah wajah sebanyak tiga kali mulai dari bagian dahi hingga dagu.

6. Membasuh Lengan

Kemudian, basuhlah lengan kanan mulai dari ujung jari hingga ke siku sebanyak tiga kali. Lakukan hal yang sama untuk lengan kiri.

7. Mengusap Kepala

Tahap ini dilakukan dengan menggunakan telunjuk tangan kanan dan jari tengah tangan kiri. Tempatkan ujung jari tengah tangan kiri pada ujung rambut kepala dan gerakkan ke depan hingga mencapai bagian belakang kepala.

Ulangi gerakan yang sama dengan menggunakan telunjuk tangan kanan. Lakukan pengulangan sebanyak satu kali.

8. Mengusap Telinga

Berikutnya adalah mengusap kedua telinga secara bergantian. Dimulai dari telinga kanan dan dilanjutkan ke telinga kiri.

9. Membasuh Kaki

Terakhir, basuhlah kaki kanan dan kaki kiri masing-masing sebanyak tiga kali. Dimulai dari ujung jari kaki hingga mata kaki.

Do’a Setelah Berwudhu

Setelah selesai menunaikan wudhu sesuai dengan tata cara yang baik dan benar, jangan lupa untuk membaca doa-doa setelah wudhu. Adapun doanya adalah sebagai berikut:

اَشْهَدُ اَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Bacaan latinnya: “Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina, waj’alnii min ‘ibadikash shaalihiin”.

Artinya: “Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi doa sebelum dan sesudah wudhu-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan utusan Allah.

Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Adapun doa lain yang yang bisa dibaca setelah selesai berwudhu adalah:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Bacaan latinnya: “Allahumma-j’alni minat tawwabina wa-j’alni minal mutathahhirin.”

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang suci.”

Dua doa di atas biasanya dibaca setelah selesai melakukan wudhu. Dengan membaca doa-doa tersebut, kita berharap bahwa wudhu yang telah kita lakukan diterima oleh Allah SWT, serta kita diberi keberkahan dan kesucian dalam ibadah kita selanjutnya.

Ayat Al-Qur’an dan Hadist Terkait Niat Wudhu

Dalam Al-Qur’an tidak ada ayat yang secara khusus menjelaskan tentang niat wudhu. Namun, niat wudhu merupakan salah satu syarat sahnya wudhu menurut kesepakatan para ulama.

Ayat Al-Qur’an Terkait Wudhu

Ayat Al-Qur’an terkait berwudhu salah satunya adalah tentang membasuh muka. Hal tersebut tertuang dalam surat Al-Maidah ayat 6:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.

“Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu.

Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.”

Hadist Terkait Niat Wudhu

Adapun hadits yang menjelaskan tentang niat berwudhu antara lain:

Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Amal perbuatan bergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan’.”

(HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

Hadits di atas menunjukkan pentingnya niat dalam setiap amal perbuatan, termasuk niat dalam melakukan wudhu.

Dari Abdullah bin Zaid bin Asim, ia berkata:

“Kami melakukan wudhu bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia berkata, ‘Tidaklah sah wudhu seseorang yang tidak menyebut nama Allah dalam niatnya’.”

(HR. Abu Daud no. 101, Tirmidzi no. 337, dan Nasa’i no. 336)

Hadits di atas menunjukkan bahwa niat dalam melakukan wudhu haruslah menyebutkan nama Allah. Niat adalah sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan terhadap kebesaran Allah dalam setiap amal ibadah yang dilakukan.

Demikianlah dua hadits yang berkaitan dengan niat dalam melakukan wudhu. Namun, penting untuk diingat bahwa niat dalam wudhu sebenarnya bersifat batin dan tidak perlu diucapkan dengan lisan.

Cukup dengan niat dalam hati dan kesadaran bahwa kita hendak melakukan wudhu sebagai bentuk persiapan dalam melaksanakan ibadah.

Sunnah dalam Berwudhu

Orang yang berwudhu dengan melaksanakan tata caranya saja sebenarnya sudah sah. Namun, ada sunnah-sunnah wudhu yang lebih baik jika dilaksanakan. Hal ini tentunya akan memberikan tambahan pahala karena sudah mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Beberapa sunnah yang bisa dilakukan ketika berwudhu adalah sebagai berikut:

1. Membaca Basmallah

Setelah berniat, disunnahkan untuk membaca basmalah, “Bismillahirrahmanirrahim”, sebelum memulai wudhu. Hal ini merupakan tindakan memulai sesuatu dengan menyebut nama Allah.

Membaca basmallah memberikan makna bahwa ibadah yang dilakukan ini hanya untuk mendapatkan keridhaan Allah semata.

2. Mencuci Kedua Telapak Tangan sebanyak Tiga Kali

Sunnah berikutnya adalah mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali sebelum memulai wudhu. Tujuannya adalah untuk membersihkan tangan dari kotoran dan najis sebelum memulai ibadah.

3. Berkumur-kumur dan Mencuci Hidung

Selanjutnya adalah berkumur-kumur dan mencuci hidung. Berkumur-kumur dilakukan dengan mengambil air dalam mulut dan berkumur-kumur selama tiga kali. Sedangkan mencuci hidung dilakukan dengan mengambil air ke dalam telapak tangan dan menarik air ke dalam hidung kemudian mengeluarkannya.

4. Mencuci Muka

Caranya adalah mengambil air ke dalam telapak tangan lalu menyiramkan ke seluruh wajah, dari batas rambut di dahi hingga dagu, serta dari telinga kanan hingga telinga kiri. Dilakukan sebanyak tiga kali.

5. Mencuci Tangan dan Lengan Kanan serta Kiri

Caranya adalah mengambil air ke dalam telapak tangan lalu menyiramkan ke lengan hingga siku sebanyak tiga kali.

6. Menyapu Kepala dan Telinga

Sunnah berikutnya menyapu kepala dan telinga. Caranya adalah mengambil sedikit air ke dalam telapak tangan, lalu menjalankan telapak tangan itu dari atas kepala ke belakang hingga leher, lalu kembali ke atas kepala.

Setelah itu, jari-jari tangan kanan dimasukkan ke dalam telinga kanan dan jari-jari tangan kiri dimasukkan ke dalam telinga kiri.

7. Mencuci Kaki Kanan dan Kiri

Caranya adalah mengambil air ke dalam telapak tangan, lalu menyiramkan ke kaki kanan hingga mata kaki sebanyak tiga kali, kemudian dilakukan hal yang sama pada kaki kiri.

8. Berkesinambungan

Maksudnya adalah melakukannya sesuai urutan dari awal hingga akhir tanpa disela dengan kegiatan lainnya.

Syarat Sah Berwudhu

Adapun syarat-syarat seseorang yang boleh melakukan wudhu antara lain:

1. Islam

Seseorang yang melakukan wudhu haruslah seorang muslim.

2. Berakal

Seseorang yang melakukan wudhu harus memiliki akal yang sehat dan sadar.

3. Baligh

Seseorang yang melakukan wudhu harus telah mencapai usia baligh atau dewasa. Usia yang di maksud yaitu usia 15 tahun untuk laki-laki dan usia 9 tahun untuk perempuan.

4. Bersuci dari Hadas Kecil

Hadas kecil adalah keadaan yang dapat menghilangkan wudhu. Contohnya seperti buang air kecil, buang air besar, atau keluarnya madzi (cairan pra-ejakulasi).

Sebelum melakukan wudhu, seseorang harus membersihkan diri dari hadas kecil terlebih dahulu.

5. Bersuci dari Hadas Besar

Hadas besar adalah keadaan yang dapat mengharuskan mandi wajib, seperti setelah bersetubuh atau haid. Sebelum melakukan wudhu, seseorang harus mandi wajib terlebih dahulu jika sedang dalam keadaan hadas besar.

6. Tidak dalam Keadaan Najis

Seseorang yang hendak melakukan wudhu harus dalam keadaan bersih dan tidak dalam keadaan najis.

7. Menggunakan Air Suci

Wudhu harus dilakukan dengan air suci, seperti air yang mengalir dari sumber mata air, sumur, atau pipa air bersih.

Demikianlah beberapa syarat atau kondisi seseorang yang boleh melakukan wudhu. Dalam praktiknya, seseorang juga perlu memperhatikan teknik yang benar dalam melakukan wudhu.

Perhatikan urutan membersihkan bagian tubuh yang ditentukan dan melakukan tata cara yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Hal yang Membatalkan Wudhu

Setelah membaca niat dan melaksanakan wudhu, perhatikan hal-hal yang dapat membatalkan wudhu berikut. Apabila terjadi hal yang dapat membatalkan wudhu, maka tata cara berwudhu pun harus diulang kembali.

1. Keluarnya Hadas Besar

Yaitu keluarnya air seni atau kotoran dari dubur atau kemaluan.

2. Keluarnya Hadast Kecil

Yaitu keluarnya air seni, kotoran atau gas dari dubur atau kemaluan.

3. Hilang Akal

Kehilangan kesadaran karena tidur, pingsan, mabuk atau gila.

4. Bersentuhan dengan yang Bukan Mahram

Maksudnya adalah sentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram atau keluarga dekat yang diharamkan untuk menikah.

5. Muntah

Yang di maksud di sini adalah muntah yang disengaja dan dalam jumlah yang banyak. Apabila hanya sedikit dan tidak disengaja, maka tidak membatalkan wudhu. Apabila muntah disertai dengan rasa mual atau tidak nyaman pada seseorang, maka wudhu tersebut dikatakan batal.

6. Keluar Darah dari Tubuh

Seperti pada saat menstruasi atau luka yang mengeluarkan darah dalam jumlah yang banyak.

7. Keluarnya Madzi atau Mani

Yaitu cairan yang keluar dari kemaluan pria ketika terangsang atau ejakulasi.

Jika salah satu dari hal di atas terjadi, maka wudu dianggap batal dan harus diulang kembali sebelum melakukan ibadah sholat. Namun, jika keadaan tersebut terjadi ketika sedang melakukan sholat, maka sholat tersebut dianggap batal dan harus diulang kembali setelah melakukan wudu yang baru.

Niat Wudhu Lengkap Bagian dari Sholat Sah

Niat Wudhu Lengkap Bagian dari Sholat Sah

Dalam Islam, niat merupakan bagian penting dari setiap ibadah termasuk dalam wudhu. Di dalam niat wudhu, seorang muslim menyatakan bahwa ia bermaksud untuk membersihkan diri dari hadats kecil dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah.

Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk memperhatikan niat wudhu. Selain itu, berusaha untuk selalu memperbaharui niatnya agar dapat meraih keberkahan dan ridha Allah SWT.

Baca juga: