10 Rekomendasi Program Beasiswa S2 Dalam Negeri Terbaru

Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi adalah hal yang diimpikan hampir semua orang. Akan tetapi, terkadang biaya menjadi permasalahan utama yang menghambat hal tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui rekomendasi program beasiswa S2 dalam negeri.

Beberapa perusahaan atau lembaga yang turut serta mendukung pendidikan membuat program beasiswa. Program tersebut berupa membantu biaya sekolah pada jenjang tertentu agar penerima beasiswa bisa menempuh pendidikan dan memperkaya ilmu yang dapat bermanfaat nantinya.

Untuk mendapatkan beasiswa, calon penerima wajib untuk memenuhi segala persyaratan yang diberikan. Setiap lembaga akan memberikan persyaratan yang berbeda, sehingga calon penerima wajib untuk mencari tahu lebih lanjut dan mempersiapkan diri dengan matang.

Rekomendasi Program Beasiswa S2 Dalam Negeri

Secara umum, beasiswa dapat dibedakan berdasarkan lokasi lembaga pendidikannya, yaitu dalam negeri (Indonesia) maupun luar negeri. Nah, bagi yang tetap ingin menempuh pendidikan di dalam negeri, sebaiknya mencari beasiswa khusus untuk dalam negeri seperti berikut ini

1. Beasiswa Unggulan Kemendikbud

Beasiswa Unggulan Kemendikbud

Salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan pendidikan masyarakat adalah dengan pemberian beasiswa unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Beasiswa ini diberikan untuk sarjana (lulusan S1) yang berprestasi dan mendapatkan nilai yang bagus.

Dalam hal ini, berprestasi yang dimaksud adalah secara umum, baik akademik maupun non akademik. Berdasarkan informasi dari lama Puslapdik Kemendikbud, karyawan maupun guru yang berprestasi juga dapat mengikuti program ini.

Namun, beasiswa Kemendikbud ini ditujukan bagi yang berminat menjadi tenaga pengajar. Oleh karena itu, jika ikut dalam program, maka secara otomatis nama penerima akan tercatat oleh DIKTI sebagai calon dosen. Adapun persyaratan IPK untuk ikut beasiswa Kemdikbud adalah minimal 3,25.

Pihak DIKTI telah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti ITS, UGM, ITB, dan UI. Calon pendaftar beasiswa juga harus menyediakan beberapa berkas, seperti surat keterangan bebas narkoba, keterangan sehat, kecakapan bahasa Inggris, dan lain sebagainya.

2. Beasiswa Tanoto Foundation

Beasiswa-Tanoto-Foundation

Tanoto Foundation adalah yayasan milik salah satu pengusaha sukses di Indonesia, yaitu Sukanto Tanoto. Pada awalnya, yayasan ini beliau dirikan pada tahun 1981 bersama istrinya untuk menerapkan pendidikan sesuai dengan sektor pekerjaaan yang mereka miliki.

Beasiswa Tanoto Foundation memiliki beberapa program, termasuk magister (S2). Akan tetapi, beasiswa ini hanya diberikan untuk calon mahasiswa S2 yang kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Jadi, jika Anda ingin melanjutkan pendidikan di universitas swasta, maka beasiswa ini tidak mewadahi.

Beberapa PTN yang telah bermitra dengan Tanoto Foundation yaitu UGM, UI, IPB, dan ITB. Jangan khawatir, beasiswa ini tidak dikhususkan untuk program studi tertentu, sehingga semua calon pendaftar bebas untuk memilih disiplin ilmu sesuai dengan keinginan masing-masing.

Adapun persyaratan utama untuk mendapatkan beasiswa Tanoto adalah memiliki IPK minimal 3,25. dan pengalaman kerja minimal 2 tahun, dan terdaftar di PTN mitra. Pihak Tanoto juga akan memberikan beasiswa fully founded jia Anda berhasil mempertahankan prestasi akademik.

3. Beasiswa Pascasarjana UGM

Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyediakan program beasiswa tersendiri diluar kerjasamanya dengan Tanoto Foundation dan PMDSU. Jadi, jika Anda berminat untuk melanjutkan pendidikan di UGM, maka sangat disarankan untuk mendaftar beasiswa pascasarjana.

Terdapat beberapa persyaratan untuk bisa mendapatkan beasiswa ini. Mulai dari TOEFL ITP harus dengan skor minimal 500 dan Tes Potensi Akademik (TPA) minimal 550. Untuk IPK, terdapat 2 persyaratan, yaitu minimal 3,25 untuk PTN dan 3,4 untuk PTS.

Selain itu, beasiswa Pascasarjana UGM juga hanya bisa diikuti lulusan S1 maksimal 3 tahun sebelum mendaftar. Akan tetapi, hanya beberapa jurusan yang tersedia untuk beasiswa ini, diantaranya: Kajian Pariwisata, Manajemen Bencana, Kajian Budaya dan Media, serta Bioteknologi.

4. Beasiswa PPM School of ManagAement

Bagi yang ingin melanjutkan studi jurusan manajemen, beasiswa dari PPM School of Management adalah pilihan yang tepat. Rekomendasi program beasiswa S2 dalam negeri ini termasuk dalam salah satu sekolah yang dikenal memiliki reputasi yang baik.

Sama halnya dengan beasiswa lain, PPM School of Management juga memberikan beberapa syarat. Calon pendaftar harus berusia minimal 26 tahun dengan skor IELTS minimal 6 dan TOEFL 500. Kampus yang berlokasi di Menteng ini juga membutuhkan fotokopi ijazah, transkrip, KTP, dan lainnya.

Jika lulus menjadi penerima beasiswa, PPM School of Management akan menanggung biaya pendidikan, termasuk biaya membeli perlengkapan studi dan uang saku selama kuliah. Oleh karena itu, banyak orang yang mendaftar beasiswa ini setiap tahunnya.

5. Beasiswa Global Sustainable Electricity Partnership (GSEP)

Organisasi non-profit yang bertujuan untuk mengembangkan energi berkelanjutan di seluruh dunia dikenal dengan Global Sustainable Electricity Partnership (GSEP). Organisasi ini memiliki program beasiswa untuk pendaftar yang berasal dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain memungkinkan Anda untuk berkuliah di dalam negeri, GSEP juga memfasilitasi orang-orang yang ingin kuliah di luar negeri. Organisasi ini menjanjikan beasiswa sebesar 21.000 dolar AS atau sekitar Rp314.821.500 selama 2 tahun masa studi.

GSEP memberikan kebebasan kepada calon pendaftar untuk memilih universitas manapun yang diinginkan. Adapun pilihan jurusannya terbatas hanya yang berkaitan dengan pengembangan energi berkelanjutan. Beberapa disiplin ilmu yang masuk dalam beasiswa ini, diantaranya:

  1. Smart grids
  2. Zero-carbon energy
  3. Energy storage
  4. Electric transportation
  5. Economics
  6. Advanced electricity technologies
  7. Law
  8. Public policy
  9. Political science

Terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk mendaftar di GSEP. Mulai dari sertifikat bahasa Inggris, transkrip akademik, kurikulum program S2 yang dilamar, CV, admission letter, serta surat rekomendasi dari dosen pembimbing dan dosen lainnya. 

6. Beasiswa LPDP

Beasiswa yang paling sering didengar dan diincar banyak orang adalah LPDP. Sejak muncul pada tahun 2013 lalu, beasiswa ini tergolong menjadi idaman para mahasiswa maupun pekerja. LPDP memiliki berbagai jenis program, baik untuk tingkat sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3).

LPDP membuka beberapa program, seperti beasiswa LPDP afirmasi LPDP reguler, beasiswa dokter spesialis, beasiswa pendidikan, dan masih banyak lagi. Pendaftaran untuk beasiswa ini biasanya akan dibuka setiap tahun sekitar bulan April atau Mei.

Keuntungan mengikuti beasiswa LPDP adalah adanya pembiayaan penuh (fully funded) hingga masa studi selesai. Akan tetapi, calon pendaftar harus siap untuk bersaing dengan ribuan pendaftar lainnya. Selain itu, Anda juga harus memastikan diri memenuhi persyaratan kemudian mendaftar online.

Misalnya, menyiapkan proposal penelitian, membuat pernyataan komitmen kembali ke Indonesia setelah lulus, serta memiliki sertfikat kecakapan bahasa Inggris. Selain persyaratan umum, juga terdapat persyaratan khusus yang wajib untuk dipenuhi para pendaftar LPDP.

7. Beasiswa Islamic Development Bank (iSDB)

Rekomendasi program beasiswa S2 dalam negeri ini adalah dari Islamic Development Bank (iSDB). Bank ini termasuk rutin membuka beasiswa untuk 54 negara yang tergabung sebagai anggotanya, seperti Afghanistan, Brunei Darussalam, Kuwait, Iran, Burkina Faso, Indonesia, dan lain-lain.

Sama halnya dengan LPDP, iSDB juga menawarkan beasiswa full funded untuk penerimanya. Bank ini akan menanggung biaya kuliah, asuransi kesehatan, uang saku, hingga tunjangan akomodasi. Anda dapat mendaftar untuk beasiswa iSDB jika universitas tersebut termasuk memiliki peringkat terbaik.

Artinya, tidak semua universitas di Indonesia dimana mahasiswanya bisa menjadi penerima beasiswa iSDB. Selain itu, pendaftar bisa memilih beberapa bidang sesuai keinginan, seperti kesehatan, ilmu murni, nanoteknologi, sumber daya air (desertifikasi), pertanian, dan pengembangan infdrastruktur.

Calon pendaftar iSDB harus memiliki proposal penelitian yang akan diajukan, salinan ijazah dan transkrip, sertifikat pengalaman kerja, serta pas foto. Pastikan Anda membaca dan mengisi formulir yang disediakan secara lengkap dan benar.

8. Beasiswa Wellcome

Bagi yang membutuhkan beasiswa S2 di bidang kesehatan, dapat mengikuti program dari Wellcome untuk dalam negeri maupun luar negeri. Wellcome merupakan yayasan amal global yang berdiri secara independen dan berpusat di Inggris.

Yayasan ini menawarkan beasiswa kesehatan selama 2 periode melalui program International Master’s Fellowships. Beasiswa dari Wellcome akan diberikan selama 30 bulan. Untuk satu tahun pertama, penerima akan menjalani perkuliahan master dan 18 bulan selanjutnya diisi dengan penelitian.

Selain itu, Wellcome akan menanggung biaya secara penuh dengan menyediakan keperluan biaya kuliah kuliah, biaya penelitian, tiket perjalanan, serta biaya hidup. Untuk mendaftar, Anda dapat membuka website resmi dari Wellcome lalu mengisi formulir yang disediakan.

9. Beasiswa S2 Bidikmisi

Pemerintah tidak hanya memberikan beasiswa bidikmisi untuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan pada jenjang strata satu (S1), namun juga magister (S2). Rekomendasi program beasiswa S2 dalam negeri ini dikenal dengan nama Beasiswa Prasejahtera (S2 Bidikmisi).

Program ini ditujukan kepada lulusan sarjana yang dulu merupakan penerima bidikmisi dan ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang magister. Pemerintah berharap, melalui program ini akan memberi kesempatan bagi orang-orang yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan.

Akan tetapi, calon pendaftar harus lulus dalam 2 tahun terakhir. Jadi, jika Anda melewatibatas waktu kelulusan tersebut, maka tidak akan memenuhi persyaratan. Nilai IPK minimal yang bisa mendaftar adalah 3,0 dari 4,0. Lama masa studi program beasiswa S2 bidikmisi ini adalah 2 tahun.

Jangan khawatir, beasiswa ini bersifat full founded sehingga pendaftar yang terpilih akan mendapatkan tanggungan biaya secara menyeluruh. Mulai dari biaya pendaftaran, tunjangan buku, SPP, seminar, biaya pendidikan, tesis, dan lain sebagainya hingga masa studi berakhir.

10. Beasiswa S2 Bidikmisi

Kominfo juga memiliki program beasiswa magister (S2) untuk dalam dan luar negeri. Beasiswa ini sudah ada sejak tahun 2007 dan dibuka secara umum untuk seluruh masyarakat Indonesia yang ingin menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi setelah mendapatkan gelar sarjana.

Pada tahap 1, beasiswa Kominfo telah bermitra dengan 9 perguruan tinggi yang ada di dalam negeri. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi adalah memiliki masa kerja minimal 2 tahun, hanya boleh mendaftar di kelas reguler, dan telah memiliki outline rencana tugas akhir (maksimal 1 halaman).

Adapun bagi PNS, TNI, maupun Polri yang juga ingin mendaftar beasiswa harus memiliki masa kerja minimum setelah menjadi CPNS adalah 2 tahun. Maksimal usia pendaftar yaitu 45 tahun dan memiliki izin dari perusahaan atau pejabat yang berwenang untuk mengikuti pendidikan.

Nah, demikianlah 10 rekomendasi program beasiswa S2 dalam negeri yang dapat dicoba dengan persyaratan masing-masing. Anda bisa memilih sesuai dengan disiplin ilmu yang diinginkan dengan mempertimbangkan universitas atau perguruan tinggi tujuan.

Baca Juga: