Fungsi Komposisi Itu Apa? Ini Pengertian, Fungsi dan Contoh

Fungsi komposisi adalah sebuah konsep dalam matematika di mana dua atau lebih fungsi digabungkan menjadi satu fungsi baru. Dalam proses komposisi, fungsi pertama diterapkan terlebih dahulu, dan hasilnya kemudian digunakan sebagai input untuk fungsi kedua, dan begitu seterusnya.

Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari mengenai fungsi dari komposisi dalam matematika. Pastikan untuk memperhatikannya dengan baik agar tidak bingung dan dapat menyelesaikan contoh soal dari konsep ini.

Apa Itu Fungsi Komposisi?

Apa-Itu-Fungsi-Komposisi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ini adalah sebuah konsep dalam matematika. Konsep ini juga bisa disebut dengan operasi komposisi atau fungsi gabungan karena merupakan gabungan dari beberapa fungsi menjadi sebuah fungsi baru.

Representasi dari fungsi ini menggunakan simbol “o” yang menunjukkan bahwa dua fungsi dikomposisikan. Untuk dapat melakukan komposisi antara dua fungsi, yaitu fungsi f dan fungsi g, ada persyaratan yang harus dipenuhi.

Syarat tersebut adalah bahwa terdapat irisan antara daerah hasil fungsi f dan daerah asal fungsi g yang bukan himpunan kosong. Dengan kata lain, setidaknya ada sebagian nilai hasil fungsi f yang termasuk dalam daerah asal fungsi g.

Operasi komposisi memiliki berbagai penerapan yang luas dalam bidang matematika dan ilmu lainnya. Salah satu contoh penerapannya adalah dalam perhitungan nilai tukar mata uang, di mana seringkali terdapat komposisi dari fungsi konversi mata uang.

Selain itu, dalam pengolahan data, operasi komposisi dapat digunakan untuk menggabungkan serangkaian operasi pengolahan data. Selain itu, dalam pemodelan sistem kompleks, konsep ini dapat membantu menganalisis interaksi dan dampak dari berbagai elemen sistem tersebut.

Dengan demikian, operasi komposisi bukan hanya merupakan konsep teoretis dalam matematika, tetapi juga memiliki aplikasi praktis yang signifikan dalam berbagai bidang ilmu dan kehidupan sehari-hari.

Fungsi Komposisi dan Invers

Fungsi-Komposisi-dan-Invers

Operasi komposisi dan invers adalah dua konsep matematika yang saling berhubungan dan seringkali digunakan dalam berbagai aplikasi matematika. Berikut ini adalah penjelasan lebih detail mengenai kedua konsep tersebut:

1. Komposisi Fungsi

Konsep ini merupakan penggabungan dari dua atau lebih fungsi menjadi satu fungsi baru. Prosesnya dimulai dengan menerapkan fungsi pertama terlebih dahulu, dan hasilnya kemudian digunakan sebagai input untuk fungsi kedua, dan begitu seterusnya.

Biasanya, operasi komposisi dilambangkan dengan simbol “o”. Misalkan ada dua fungsi f(x) dan g(x), maka operasi komposisi dari kedua fungsi tersebut adalah (g o f)(x), yang berarti fungsi g diterapkan terlebih dahulu dan hasilnya digunakan sebagai input untuk fungsi f.

Agar fungsi f dan fungsi g dapat dikomposisikan menjadi operasi komposisi (g o f), ada syarat yang harus dipenuhi. Syarat tersebut adalah bahwa harus terdapat irisan antara daerah hasil fungsi f dan daerah asal fungsi g yang bukan himpunan kosong.

Dengan kata lain, setidaknya ada sebagian nilai hasil fungsi f yang termasuk dalam daerah asal fungsi g.

2. Fungsi Invers

Fungsi invers adalah fungsi yang merupakan kebalikan dari fungsi asalnya. Artinya, jika suatu fungsi diterapkan pada inputnya dan menghasilkan output tertentu, maka fungsi invers akan membalik proses tersebut untuk mencari input dari output yang diberikan.

Fungsi invers hanya dapat diterapkan pada fungsi yang bersifat satu-satu dan pada fungsi pada. Fungsi satu-satu berarti setiap nilai input hanya memiliki satu nilai output yang berbeda, sedangkan fungsi pada berarti setiap nilai output harus memiliki setidaknya satu nilai input yang sesuai.

Fungsi invers biasanya dilambangkan dengan notasi f^(-1). Sebagai contoh, jika ada fungsi f(x), maka fungsi inversnya adalah f^(-1)(x). Salah satu sifat menarik dari fungsi invers adalah fakta bahwa invers dari invers itu sendiri adalah fungsi asalnya. Dengan kata lain, (f^(-1))^(-1) = f.

Kedua konsep ini memiliki berbagai aplikasi dalam matematika dan ilmu lainnya. Misalnya, dalam perhitungan nilai tukar mata uang, fungsi komposisi digunakan untuk menggabungkan serangkaian konversi mata uang.

Sementara itu, fungsi invers digunakan dalam mencari nilai input dari output yang diberikan oleh fungsi asalnya. Selain itu, kedua konsep ini juga digunakan dalam pengolahan data dan pemodelan sistem kompleks.

Dengan pemahaman mengenai operasi komposisi dan invers, kamu dapat menerapkan konsep-konsep ini untuk memahami berbagai fenomena dan perhitungan matematika yang lebih kompleks.

Contoh Penerapan Operasi Komposisi

Beberapa contoh penerapan dari operasi komposisi adalah:

1. Operasi Komposisi (f o g)(x)

Komposisi Fungsi (f o g)(x) berarti menggabungkan dua fungsi, yaitu f(x) dan g(x). Untuk mencari nilai dari (f o g)(x), kita harus terlebih dahulu menghitung g(x) dan kemudian memasukkan hasilnya ke dalam fungsi f(x).

Dengan kata lain, langkah pertama adalah melakukan operasi g(x), dan hasilnya akan menjadi input untuk fungsi f(x). Hasil akhir dari (f o g)(x) adalah f(g(x)).

2. Operasi Komposisi (g o f)(x)

Operasi komposisi (g o f)(x) memiliki urutan yang berbeda. Kali ini, kita akan terlebih dahulu menghitung f(x) dan kemudian menggunakan hasilnya sebagai input untuk fungsi g(x).

Jadi, langkah pertama adalah menghitung f(x), dan kemudian hasilnya akan menjadi input untuk fungsi g(x). Hasil akhir dari (g o f)(x) adalah g(f(x)).

Fungsi komposisi adalah konsep matematika yang penting dan sering digunakan dalam berbagai bidang. Dengan menggunakan konsep ini, kamu dapat menggabungkan dua atau lebih fungsi menjadi satu.

Memahami konsep ini akan sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari. Ini karena bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga memungkinkan kita untuk menyelesaikan permasalahan matematika yang lebih kompleks dan mencari hubungan antara berbagai fungsi.

Penggunaan rumus operasi komposisi juga dapat ditemukan dalam berbagai aplikasi di kehidupan, seperti dalam ilmu ekonomi, komputer dan lannya.

Contoh Soal Fungsi Komposisi

Berikut ini adalah beberapa dari contoh soal dari operasi komposisi yang bisa kamu gunakan untuk latihan.

Misalkan terdapat dua fungsi berikut:

  1. Fungsi f(x) = 2x + 3
  2. Fungsi g(x) = x^2

Tentukan fungsi komposisi (g o f)(x).

Langkah 1: Terapkan fungsi f(x) pada g(x) (g o f)(x) = g(f(x))

Langkah 2: Gantikan f(x) pada fungsi g(x) (g o f)(x) = g(2x + 3)

Langkah 3: Terapkan fungsi g(x) pada hasil dari langkah 2 (g o f)(x) = (2x + 3)^2

Langkah 4: Sederhanakan fungsi komposisi (g o f)(x) = 4x^2 + 12x + 9

Jadi, komposisi fungsi dari g o f adalah (g o f)(x) = 4x^2 + 12x + 9.

Kamu dapat berlatih dengan soal sederhana terlebih dahulu untuk dapat memahami konsep matematika yang satu ini. Jika sudah paham dengan konsep perhitungan dasarnya, kamu dapat mencoba untuk menyelesaikan beberapa contoh soal cerita.

Contoh soal cerita berikut ini sangat mudah untuk dijawab karena dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah  contoh soal cerita fungsi komposisi:

Contoh Soal 1

Suatu toko buku memberikan diskon 10% untuk setiap pembelian buku di atas 5 buah. Harga setiap buku adalah Rp50.000. Jika seorang pembeli membeli 8 buku, berapa total harga yang harus dibayarkan?

Pertama, kita tentukan fungsi-fungsi yang terlibat dalam soal ini:

  • f(x) adalah fungsi diskon, di mana f(x) = 0,9x karena diskon 10% dapat diartikan sebagai mengurangi 10% dari total harga.
  • g(x) adalah fungsi harga per buku, di mana g(x) = 50.000x karena harga setiap buku adalah Rp50.000.

Langkah selanjutnya adalah menghitung dengan rumus fungsi komposisi (g ◦ f)(x) atau g(f(x)) dengan menggabungkan fungsi-fungsi tersebut: (g ◦ f)(x) = g(f(x)) = g(0,9x) = 50.000 * 0,9x = 45.000x.

Jadi, jika seorang pembeli membeli 8 buku, maka total harga yang harus dibayarkan adalah (g ◦ f)(8) = 45.000 * 8 = Rp360.000.

Contoh Soal 2

Sebuah perusahaan memproduksi baju dan celana. Biaya produksi untuk setiap baju adalah Rp100.000 dan untuk setiap celana adalah Rp150.000. Jika perusahaan tersebut memproduksi 100 baju dan 50 celana, berapa total biaya produksi yang dikeluarkan?

Dalam kasus ini, kita menggunakan fungsi-fungsi berikut:

  • f(x) adalah fungsi biaya produksi baju, di mana f(x) = 100.000x karena biaya produksi setiap baju adalah Rp100.000.
  • g(x) adalah fungsi biaya produksi celana, di mana g(x) = 150.000x karena biaya produksi setiap celana adalah Rp150.000.

Kemudian, kita menghitung dengan rumus fungsi komposisi (f + g)(x) atau f(x) + g(x) untuk menghitung total biaya produksi: (f + g)(x) = f(x) + g(x) = 100.000x + 150.000x = 250.000x.

Jadi, jika perusahaan tersebut memproduksi 100 baju dan 50 celana, total biaya produksi yang dikeluarkan adalah (f + g)(100 + 50) = 250.000 * 150 = Rp37.500.000.

Contoh Soal 3

Seorang pengusaha memiliki dua jenis usaha, yaitu toko buku dan toko mainan. Pendapatan dari toko buku adalah Rp10.000.000 per bulan dan pendapatan dari toko mainan adalah Rp5.000.000 per bulan. Jika pengusaha tersebut ingin mengetahui total pendapatannya selama 6 bulan, berapa total pendapatan yang diperoleh?

Untuk menyelesaikan masalah ini, kita perlu menghitung total pendapatan dari kedua jenis usaha selama 6 bulan.

Langkah pertama adalah menentukan fungsi pendapatan untuk toko buku dan toko mainan:

  • Fungsi pendapatan toko buku adalah f(x) = 10.000.000x, di mana x adalah jumlah bulan dan 10.000.000 adalah pendapatan per bulan dari toko buku.
  • Fungsi pendapatan toko mainan adalah g(x) = 5.000.000x, di mana x adalah jumlah bulan dan 5.000.000 adalah pendapatan per bulan dari toko mainan.

Kemudian, kita mencari total pendapatan dari kedua toko selama 6 bulan dengan menghitung rumus fungsi komposisi (f + g)(x) atau f(x) + g(x): (f + g)(x) = f(x) + g(x) = 10.000.000x + 5.000.000x = 15.000.000x.

Selanjutnya, kita substitusi x dengan nilai 6 bulan: (f + g)(6) = 15.000.000 * 6 = Rp90.000.000.

Jadi, total pendapatan yang diperoleh oleh pengusaha selama 6 bulan adalah Rp90.000.000.

Dengan memperhatikan dengan baik, kamu dapat menjawab soal dari fungsi komposisi ini. Tentunya sebelum menyelesaikan soal, kamu perlu untuk memahami pengertian dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Konsep matematika yang satu ini cukup mudah untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kamu bisa memahaminya dengan baik, maka konsep ini akan sangat bermanfaat dan bisa memudahkan kamu dalam menghitung total dari beberapa fungsi.

Baca Juga: