Cara Membuat SKCK Online dan Persyaratannya Terbaru 2023

SKCK merupakan salah satu dokumen penting yang sering digunakan untuk berbagai hal seperti melamar kerja. Karena penting itulah, maka SKCK sering dibutuhkan oleh banyak orang. Tak heran jika mereka membutuhkan tata cara membuat SKCK online agar lebih mudah dan cepat.

Ya, pembuatan SKCK secara offline atau dengan datang langsung ke kantor polisi membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal itu tentu sangat bermasalah bagi orang-orang yang membutuhkannya untuk urusan darurat. Nah, jika Anda adalah salah satu orang yang ingin membuat SKCK, artikel ini tepat untuk disimak hingga akhir.

Di sini, kami memberikan berbagai penjelasan mengenai SKCK. Namun, hal-hal penting seperti syarat dokumen dan cara pembuatannya sangat wajib untuk disimak. Nah, jadi seperti apa SKCK dan bagaimana cara membuat SKCK online 2023.

Inilah yang Dimaksud dengan SKCK

Inilah-yang-Dimaksud-dengan-SKCK

Seperti yang sudah disinggung di atas, SKCK adalah salah satu dokumen penting yang sering digunakan untuk melamar kerja. Apa sebenarnya SKCK tersebut? Jadi, SKCK adalah singkatan dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian. Jadi, surat tersebut dikeluarkan oleh pihak kepolisian.

Oleh karena itu, pembuatan SKCK dilakukan di kantor polisi, bisa polres atau polsek setempat yang dekat dengan tempat tinggal Anda. Lalu, apa saja hal yang termuat dalam SKCK tersebut?

SKCK merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh kepolisian untuk menerangkan terkait ada atau tidaknya catatan kriminal dari seorang individu yang bersangkutan. Oleh karena itu, SKCK memuat tentang catatan kriminal atau kejahatan.

Jika Anda tidak pernah mengalami masalah kriminal, maka SKCK tersebut bertuliskan bahwa Anda tidak pernah melakukan tindakan kejahatan atau kriminalitas apapun.

Berapa Lama Waktu Pembuatan SKCK?

Dokumen penting tersebut bisa digunakan untuk berbagai hal seperti melamar kerja ataupun mendaftar beasiswa kuliah. Nah, sebenarnya mengurus SKCK tidaklah susah karena pemohon hanya perlu datang ke polsek atau polres terdekat dan meminta kepada petugas administrasi di kantor polisi tersebut untuk membuat SKCK.

Namun, biasanya waktu pembuatan SKCK agak lama karena antrian yang panjang. Pasalnya, ada banyak orang yang membutuhkan dokumen tersebut, apalagi saat ada lowongan kerja besar-besaran seperti BUMN atau CPNS.

Jika tanpa antrian, biasanya SKCK yang dibuat secara offline atau manual sudah bisa jadi hanya dalam waktu 30 menit saja. Waktu 30 menit tersebut sudah termasuk dengan proses legalisir. Oleh karena itu, pastikan bahwa dokumen yang dibawa sudah lengkap jika ingin proses pembuatan SKCK lebih cepat.

Namun, itu berbeda jika ada antrian. Tentu saja waktu pembuatan SKCK bisa lebih dari 30 menit atau bahkan bisa sampai seharian jika ada antrian panjang. Nah, agar terhindar dari antrian panjang dan diproses lebih cepat, maka SKCK sudah bisa dibuat secara online.

Apa Sebenarnya Fungsi dari SKCK?

SKCK memuat tujuan pembuatan. Jadi, katakan tujuan pembuatan SKCK tersebut kepada petugas di kantor polisi agar mereka bisa memberi catatan pada surat tersebut. Oleh karena itulah, fungsi SKCK bisa berbeda-beda tergantung dengan tujuan pembuatannya. Itu berarti SKCK tidak hanya digunakan untuk melamar kerja atau kuliah saja.

Secara umum, ada dua jenis SKCK. Keduanya adalah SKCK tingkat Polri, SKCK tingkat Polda, SKCK tingkat Polres, dan SKCK tingkat Polsek. Dua jenis SKCK tersebut juga mempunyai fungsi yang berbeda. Mari kita bahas perbedaan fungsi dari dua jenis SKCK tersebut.

1. SKCK Tingkat Polri

SKCK yang dibuat oleh Polri biasanya digunakan untuk kepentingan para pejabat negara seperti lembaga eksekutif, yudikatif, legislatif, dan berbagai lembaga pemerintah lainnya yang berada di tingkat pusat atau ibukota negara.

Selain itu, SKCK Polri juga digunakan oleh para mahasiswa atau pelajar (WNI) yang akan menempuh pendidikan ke luar negeri, melakukan kunjungan ke luar negeri, atau mengurus visa yang membutuhkan syarat SKCK.

SKCK juga digunakan oleh WNI dan WNA untuk melakukan kegiatan di lingkup nasional dan internasional. Contohnya adalah untuk mengurus tempat tinggal di luar negeri atau permanent resident, mengadopsi anak jika pemohon berasal dari luar Indonesia, dan proses naturalisasi kewarganegaraan.

2. SKCK Tingkat Polda

Di bawah Polri ada Polda. Oleh karena itu, ada juga SKCK tingkat Polda. Jika fungsi SKCK Polri sangat berkaitan dengan para pejabat pusat, maka SKCK Polda mempunyai fungsi yang tidak seluas SKCK Polri di atas.

Jadi, SKCK Polda lebih banyak digunakan oleh para calon pegawai lembaga pemerintah dan perusahaan yang menjadi kaki tangan pemerintah atau negara. SKCK Polda juga bisa digunakan untuk membuat visa. SKCK Polda juga digunakan oleh para calon TKI untuk bekerja di luar negeri.

Jenis SKCK ini juga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan yang masih ada dalam lingkup Polda seperti melanjutkan sekolah atau kuliah di dalam negeri, mencalonkan diri sebagai pejabat publik seperti DPRD, ataupun menjadi notaris.

3. SKCK Tingkat Polres

Setelah Polda, ada Polres. Jadi, cakupan fungsi dari SKCK Polres tentu lebih sedikit dibandingkan dengan Polda ataupun Polri. SKCK ini bisa digunakan sebagai salah satu dokumen kelengkapan untuk mendaftar sebagai pegawai instansi pemerintah atau perusahaan negara.

Bagi Anda yang ingin masuk ke pendidikan Polri atau TNI perlu melampirkan SKCK dari Polres tersebut. Selain itu, SKCK Polres juga bisa digunakan untuk mengurus berbagai keperluan dalam ruang lingkup Polres, yaitu sebagai berikut.

  • Pencalonan diri sebagai pejabat publik
  • Kelengkapan dokumen untuk mengurus kepemilikan senjata api TNI dan Polri
  • Dokumen untuk melanjutkan sekolah

Jadi, fungsi utama dari SKCK Polres tersebut lebih kepada penggunaannya sebagai dokumen persyaratan untuk pengurusan pencalonan diri sebagai pejabat publik tingkat daerah dan pendidikan kedinasan atau militer.

4. SKCK Tingkat Polsek

Terakhir adalah SKCK tingkat Polsek. Ini merupakan SKCK dengan level yang paling rendah. Fungsi SKCK ini sebenarnya lebih ke pengurusan dokumen kelengkapan untuk melamar kerja di perusahaan swasta. Selain itu, SKCK Polsek biasanya juga digunakan untuk mengurus kepindahan atau melanjutkan sekolah.

SKCK Polsek juga bisa digunakan untuk melaksanakan berbagai kegiatan di tingkat Polsek seperti pencalonan kepala desa dan sekretaris desa, serta untuk mengurus kepindahan alamat. Jadi, ini biasanya berfungsi untuk mengurus berbagai hal dalam lingkup kecamatan.

Apa Saja Dokumen Persyaratan untuk Membuat SKCK Online?

Sebenarnya dokumen persyaratan untuk membuat SKCK online tidak berbeda dengan persyaratan untuk membuat SKCK secara offline. Anda perlu memperhatikan beberapa kelengkapan syarat tersebut sebagai bagian dari cara membuat SKCK online. Jadi, jangan sampai ada dokumen yang tidak lengkap.

  • Fotokopi KTP (bawa juga KTP asli karena itu harus ditunjukkan untuk proses verifikasi dalam pembuatan SKCK). Jika belum mempunyai KTP, Anda bisa menggunakan kartu identitas lainnya yang berlaku seperti passport.
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  • Fotokopi akta kelahiran.
  • Pas foto ukuran 4×6 dengan background merah. Pastikan bahwa Anda berpakaian sopan dan rapi dalam foto tersebut. Selain itu, wajah juga harus terlihat jelas. Ini penting, terutama untuk wanita yang berhijab. Jadi, jangan sampai hijab itu tidak menampilkan wajah secara utuh.
  • Uang untuk membayar biaya administrasi pembuatan SKCK.

Perlu diketahui bahwa semua syarat pembuatan SKCK online yang kami sebutkan di atas sudah diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 18 Tahun 2014. Peraturan itu masih berlaku hingga sekarang. Jadi, di tahun ini Anda juga perlu melengkapi semua dokumen di atas jika ingin membuat SKCK online ataupun offline.

Bagaimana Tata Cara Membuat SKCK Online?

Nah, sekarang kita masuk ke pembahasan terkait cara membuat SKCK online 2023. Di tahun ini, sebenarnya pembuatan SKCK tidak terlalu berbeda dengan pembuatan SKCK di tahun-tahun sebelumnya. Perhatikan langkah-langkah pembuatan SKCK online berikut agar SKCK yang dibutuhkan bisa segera diproses.

  • Pertama, kunjungi situs skck.polri.go.id di browser. Anda bisa menggunakan browser di HP ataupun komputer atau laptop. Namun, kami sarankan untuk menggunakan browser di PC agar lebih mudah dalam mengunggah semua dokumen persyaratan.
  • Setelah berhasil masuk ke situs tersebut, klik Form Pendaftaran di halaman utamanya. Menu tersebut ada di bagian pojok kanan atas dari halaman utama itu. Tunggu hingga form pendaftaran SKCK online terbuka.
  • Setelah form itu terbuka, mulailah mengisi beberapa data yang ada di sana seperti keperluan atau tujuan pembuatan SKCK, wilayah, alat, dan keperluan lain terkait pembuatan SKCK tersebut.
  • Selanjutnya, Anda akan diminta untuk mengunggah dokumen persyaratan sesuai dengan yang sudah kami jelaskan di atas.
  • Jika semua syarat sudah diunggah, klik opsi Proses. Nantinya, akan ada bukti permohonan pembuatan SKCK.
  • Anda akan mendapatkan sebuah kode untuk mencetak SKCK tersebut dalam bentuk barcode. Jadi, simpan bukti permohonan dan kode tersebut. Anda juga akan mendapatkan nomor pembayaran untuk melakukan transfer biaya administrasi pembuatan SKCK.

Tahap pembayaran

  • Lanjutkan pembuatan SKCK tersebut dengan melakukan pembayaran secara online atau tunai di bank dengan menggunakan bukti permohonan dan nomor pembayaran tadi. Jangan lupa untuk menyimpan bukti pembayarannya.
  • Selanjutnya, datanglah ke bagian pelayanan Polda, Polres, atau Polsek untuk mendapatkan SKCK fisik. Tunjukkan bukti pembayaran dan barcode (kode) serta semua dokumen persyaratan SKCK.
  • Setelah itu, petugas akan meminta sidik jari Anda. Pengambilan sidik jari tersebut perlu dilakukan oleh orang yang baru pertama kali membuat SKCK. Jika hanya ingin memperbarui SKCK, maka tidak perlu melakukannya.
  • Selanjutnya, SKCK akan diproses dan bisa diambil sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan oleh petugas kantor polisi tersebut.

Berapa Biaya Pembuatan SKCK Online dan Berapa Lama Masa Berlakunya?

Nah, setelah membahas tentang cara membuat SKCK online, kini pertanyaan Anda pasti berkaitan dengan biaya pembuatan SKCK online tersebut, bukan?

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016, biaya pembuatan SKCK online dan offline adalah sebesar Rp30 ribu. Itu sudah mencakup proses pembuatan, pencetakan dokumen fisik, dan legalisir. Harga itu tentu sangat terjangkau.

Sementara itu, untuk masa berlaku dari SKCK online itu sama dengan SKCK offline, yaitu 6 bulan sejak SKCK tersebut resmi diterbitkan. Jadi, jika masa berlakunya sudah berakhir, Anda bisa memperbaruinya secara online juga. Lakukan perpanjangan tersebut jika memang SKCK benar-benar diperlukan.

Nah, kini tentu Anda sudah paham dengan semua hal terkait SKCK online. Pahami tata cara membuat SKCK online di atas agar bisa segera mendapatkan SKCK untuk kebutuhan Anda.

Baca Juga: