Bidang Penyelenggaraan Haji & Umrah Kanwil Kemenag Jawa Timur Tlp. 031-8686014 e-mail hajijatim@gmail.com, phu_kanwiljatim@kemenag.go.id

PENDAFTARAN HAJI KHUSUS

PMA NOMOR 23 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI KHUSUS
  1. Calon jamaah haji datang ke Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang berijin resmi;
  2. Calon jamaah haji menguasakan pendaftaran kepada petugas PIHK dan melengkapi berkas antara lain :
    • Photo copy KTP dan KK;
    • Surat Keterangan Kesehatan dari Puskesmas;
    • Photo copy Paspor;
    • Photo copy Akte kelahiran/Surat Nikah/Ijazah bagi yang belum punya paspor;
    • Pas photo terbaru ukuran 3x4 sebanyak 20 lembar dengan latar belakang putih dan tampak muka 70% – 80%;
  3. Di Kantor Wilayah Kementerian Agama :
    • Petugas PIHK m enyerahkan Surat Permohonan SPPH berserta berkas-berkas kelengkapan lainnya ke Petugas Kanwil Kemenag, kemudian Petugas Kanwil meng-entry-kan nama-nama yang terdapat di Surat Permohonan SPPH kedalam aplikasi Siskohat , selanjutnya mencetak hasil entry-an. Hasil entry-an diberikan Petugas Kanwil kepada Petugas PIHK beserta formulir SPPH sejumlah dalam Surat Permohonan SPPH;
    • Petugas PIHK yang dikuasakan mengisi SPPH sesuai data calon jamaah , selanjutnya SPPH ditanda tangani oleh petugas PIHK yang dikuasakan oleh Pimpinan Perusahaan. SPPH kemudian diserahkan kepada petugas Kanwil dengan melampirkan :
      • Surat Pernyataan Pilihan PIHK yang dikeluarkan oleh PIHK
      • Surat Pernyataan Waitting List
      • Surat Keterangan Berbadan Sehat dari Puskesmas/RS
      • Foto copy KTP dan KK
      • Foto copy Paspor
      • Foto copy Akte/Surat Nikah/Ijasah jika belum punya paspor
      • Pas foto terbaru ukuran 3 x 4 cm sebanyak 10 lembar dengan latar belakang putih dan tampak wajah 70 – 80 %
  4. Petugas Kanwil Kemenag memeriksa berkas dan isian SPPH selanjutnya ditandatangani oleh Petugas/Pejabat Kanwil yang berwenang;
  5. SPPH diserahkan kepada petugas PIHK lembar pertama dan ketiga, sedangkan lembar kedua untuk arsip di Kanwil.
  6. Petugas kanwil melakukan otorisasi ke dalam system Siskohat untuk pengaktifan nomor SPPH-nya agar proses penyetoran ke BPS BPIH bisa dilaksanakan, masa aktif SPPH adalah 7 hari.
  7. Petugas PIHK yang dikuasakan, melakukan setoran awal dengan persyaratan yang telah ditentukan.
  8. Setelah mendapatkan nomor porsi dan bukti setoran awal, petugas PIHK yang dikuasakan melaporkan ke Kanwil Kemenag dengan membawa bukti setoran awal BPIH dengan ketentuan :
    • Lembar pertama (asli) untuk calon jamaah
    • Lembar kedua untuk BPS BPIH
    • Lembar ketiga untuk Kanwil Kemenag
    • Lembar keempat untuk PIHK
    • Lembar kelima untuk Pusat
  9. Dasar Hukum Pendaftaran Haji Khusus

PMA No 23 Tahun 2016;
Kepdirjen PHU No 142 Tahun 2017;